Monday, July 27, 2020

Praktikum Kimia

Pisang sebagai pengganti Batrei

Ilmu kimia merupakan ilmu yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah elektrokimia. Elektrokimia merupakan cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara energi listrik dengan reaksi kimia . Sel elektrokimia merupakan sebuah alat khusus yang dapat membuat interaksi antara energi kimia (reaksi kimia) dengan energi listrik. Sel elektrokimia ini terdiri dari dua macam yaitu sel Galvani (sel Volta) dan sel elektrolisis.

Sel Galvani (sel Volta) merupakan sebuah sel elektrokimia yang beroperasi secara spontan serta mengubah energi kimia menjadi energi listrik. sel Volta hanya terdiri atas dua elektroda dan elektrolit. Elektrolit pada sistem sel Volta yang sering digunakan pada praktikum disekolah adalah baterai. Baterai merupakan sebuah media yang dapat mengubah energi kimia yang terkandung dalam bahan aktif secara langsung menjadi energi listrik melalui reaksi reduksi dan oksidasi yang terjadi pada elektroda. Baterai merupakan suatu benda yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Baterai banyak digunakan dalam kehidupan seharihari, salah satunya pada jam dinding, remot tv, senter dan lain-lain. Baterai terdiri dari tiga komponen penting, yaitu: batang karbon sebagai katoda, seng (Zn) sebagai anoda, dan pasta sebagai elektrolit (pengantar). Baterai merupakan perangkat yang sering digunakan untuk praktikum kimia disekolah, yaitu pada materi sel volta karena perangkatnya yang sederhana. Materi Sel
Namun, baterai ini merupakan bahan yang kurang ramah lingkungan, mengandung logam-logam berat (heavy metal) seperti MnO2, serbuk karbon, NH4Cl, dan harganya relatif mahal (tidak ekonomis) . Elektrolitelektrolit sintetis tersebut sebenarnya dapat digantikan dengan tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa elektrolit yang ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya serta memiliki harga yang relatif ekonomis Sehingga dapat mengurangi limbah baterai yang ada dilingkungan.Berbagai jenis buahbuahan mengandung asam serta mineral yang memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai elektrolit, salah satu nya adalah pisang. Air yang terkandung dalam kulit pisang mengandung partikel bermuatan yang meliputi ion positif dan negatif yang dapat berperan dalam proses transfer elektron. Banyaknya jumlah ion-ion nantinya akan berperan dalam mengantarkan arus listrik. Apabila suatu bahan yang terdapat ion-ion didalamnya diberikan dua buah elektroda yang memiliki beda potensial maka ion-ion didalamnya akan terdisosiasi dan mengalami proses elektrolitik. Proses elektrolitik ini dapat mengakibatkan adanya pertukaran ion yang nantinya akan menyebabkan sebuah aliran elektron dari beda potensial yang menghasilkan tegangan dan arus listrik
Pisang dalam dunia fisika dikenal sebagai sumber energi alternatif yang belum dimanfaatkan secara luas. Nilai energi yang terkandung di dalamnya adalah kalori. Dari tiap 100 gram pisang terdapat 136 kalori yang jika dihitung, dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan apel.

Selain itu, pisang kaya akan mineral seperti kalium (potasium), magnesium, fosfor, dan besi. Kalium sendiri merupakan penghantar listrik yang bereaksi dengan garam sodium yang terdapat pada kulit pisang.
Kulit pisang memiliki kandungan gizi yang baik sebagai sumber energi dan antibodi. Unsur gizi yang terdapat di kulit pisang yaitu karbohidrat, protein, zat besi, lemak, air, fosfor, kalium, vitamin B dan vitamin C. Selain itu, kandungan mineral yang terdapat dalam kulit pisang sangat tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pasta dalam bio-baterai . Mineral yang terkandung dalam kulit pisang meliputi kalium, klorida, kalsium, fosfor, magnesium, dan zat besi.
Dalam prakteknya kulit pisang yang di gunakan adalah pisang yang sudah masak. Jika menggunakan kulit pisang yang muda maka besar hambatan pergerakan elektron sehingga arus bernilai kecil. Jika menggunakan kulit pisang yang masak hambatan bernilai kecil sehingga nilai kuat arus menjadi besar dan pergerakan elektron menjadi mudah.


0 comments:

Post a Comment